![Hitung Debit & Kadar PTA-PET Secara Akurat [Kalkulator]](https://danuri.id/wp-content/uploads/2026/10/file_000000003a2081f585c6acd9241fa453.png)
1. Satu outlet, dua pabrik, satu angka baku mutu
Kalau lo ngelola PTA dan PET secara terpadu, masalahnya bukan cuma pipa nyambung ke satu outlet. Yang bikin pusing adalah dua sumber produksi itu punya kontribusi debit dan beban pencemar yang beda, jadi hasil akhirnya nggak bisa diambil dari rata-rata kasar.
Di lapangan, kesalahan paling sering muncul saat orang langsung menjumlah kadar tanpa bobot produksi. Akibatnya, angka baku mutu bisa kelihatan aman padahal salah basis, atau sebaliknya terlihat gagal cuma karena salah masukin debit. Untuk audit dan pelaporan, selisih kecil di input bisa bikin hasil akhir melenceng jauh.
Makanya, lo butuh cara hitung yang ngikutin dokumen resmi, bukan tebakan. Begitu produksi PTA, produksi PET, dan kadar masing-masing parameter dimasukin dengan benar, lo bisa dapat debit gabungan dan kadar gabungan yang siap dipakai buat cek kepatuhan. Hasilnya jauh lebih rapi, lebih defensible, dan nggak bikin lo muter-muter di angka yang salah.
2. Landasan Peraturan & Standar Resmi
Acuan resminya ada di Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah, khususnya Lampiran XXXI untuk industri asam tereftalat dan polyethylene tereftalat yang mengolah air limbah secara terpadu. Di lampiran itu, pemerintah menetapkan cara hitung debit gabungan dan kadar gabungan dari dua aliran produksi yang digabung sebelum dibuang atau diolah lanjutan.
Implikasinya penting banget buat operasional. Lo nggak boleh menilai kualitas air limbah terpadu hanya dari satu aliran, karena kontribusi PTA dan PET harus dibobotkan sesuai produksi masing-masing. Debit gabungan dipakai sebagai dasar pembagian beban pencemar, lalu kadar gabungan tiap parameter i dihitung dari kontribusi kedua sumber. Jadi, hasil akhir yang dipakai buat evaluasi kepatuhan harus berasal dari rumus gabungan, bukan penjumlahan mentah data lab.
Lampiran XXXI juga memuat limit individual PTA dan PET untuk parameter tertentu. Contohnya, BOD disebut 150 mg/L untuk PTA dan 75 mg/L untuk PET. Artinya, selain angka gabungan, lo tetap perlu paham batas per sumber supaya data operasional, desain pengolahan, dan laporan kepatuhan semuanya nyambung.
3. Parameter Data & Rumus Eksakta
Kunci hitungnya ada di dua rumus inti. Pertama, debit gabungan. Kedua, kadar gabungan untuk setiap parameter i. Satuan hasilnya mengikuti basis data yang lo pakai. Kalau data produksi lo per jam, hasil debit juga akan terbaca per jam. Kalau datanya per hari, hasilnya ikut per hari. Yang penting, basis satuannya konsisten dari awal sampai akhir.
Rumus debit gabungan adalah sebagai berikut.
Di sini, Q adalah debit gabungan. PPTA adalah produksi PTA, dan PPET adalah produksi PET. Dalam dokumen, PPTA dan PPET disebut sebagai produksi dalam ton/hari, tetapi contoh pada lampiran menampilkan data 100 ton/jam dan 60 ton/jam. Jadi, lo tinggal pastikan basis unit input lo konsisten dengan data yang dipakai.
Koefisien debit tetapnya adalah QPTA = 4,5 dan QPET = 2. Nilai ini berasal dari dokumen, dengan arti 4,5 m3/ton produk PTA dan 2 m3/ton produk PET. Artinya, setiap ton PTA dan PET punya kontribusi debit limbah yang beda, dan itulah yang bikin pembobotan wajib dipakai.
Rumus kadar gabungan untuk parameter i adalah sebagai berikut.
Ci adalah kadar gabungan parameter i dalam mg/L. CPTA,i adalah kadar parameter i pada aliran PTA, sedangkan CPET,i adalah kadar parameter i pada aliran PET. Semua kadar harus pakai parameter yang sama, misalnya BOD dengan BOD, bukan dicampur antar-parameter.
Contoh singkat dari dokumen: kalau PTA 100 ton/jam dan PET 60 ton/jam, maka debit gabungannya adalah.
Di dokumen, contoh itu ditulis sebagai Q = 570 m3/jam. Untuk parameter BOD, dokumen juga mencantumkan CBOD = 134 mg/L. Selain itu, lampiran memuat contoh batas individual seperti BOD 150 mg/L untuk PTA dan 75 mg/L untuk PET. Jadi, saat lo mau cek kepatuhan, lo bisa bandingkan hasil gabungan dengan baku mutu yang relevan untuk parameter yang lagi dihitung.
4. Kalkulator Otomatis Debit & Kadar PTA-PET
Hitung Debit dan Kadar Gabungan PTA-PET
Masukkan data produksi dan kadar parameter i dari PTA dan PET. Koefisien tetap mengikuti dokumen: QPTA = 4,5 m³/ton dan QPET = 2 m³/ton.
⚠️ Disclaimer: Kalkulator ini murni sebagai alat bantu estimasi awal. Kondisi aktual lapangan sangat fluktuatif. Lo wajib melakukan verifikasi perhitungan secara manual dan menjadikan hasil ini sekadar second opinion, bukan acuan keputusan final.
5. Hasil Gabungan yang Siap Dicek
Intinya, hitung baku mutu terpadu PTA-PET itu bukan soal jumlah biasa, tapi soal pembobotan yang presisi. Lo harus pakai debit gabungan dari kontribusi produksi masing-masing, lalu hitung kadar gabungan tiap parameter dengan rumus yang sama seperti di Lampiran XXXI. Begitu basisnya bener, hasil analisis lo jauh lebih aman dipakai buat evaluasi internal, laporan, maupun cek kepatuhan.
Kalau lo lagi pegang data dari dua aliran produksi, jangan langsung disederhanakan jadi satu angka tanpa pembobotan. Di industri terpadu, detail kecil kayak satuan, produksi, dan kadar per aliran bisa ngubah hasil akhir cukup signifikan. Jadi, lebih baik hitung sekali dengan metode yang benar daripada bolak-balik revisi karena angka awalnya salah basis.
Sekarang lo udah bisa cek debit gabungan dan kadar gabungan tanpa ribet manual. Coba masukin datanya ke kalkulator di atas, lalu lihat hasilnya secara cepat dan konsisten.
📚 Referensi Peraturan & Standar:
Semua data dan kalkulasi dalam artikel ini diambil berdasarkan acuan resmi berikut:
- Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah:
https://jdih.menlhk.go.id/new2/uploads/files/MLH%20P.5.pdf
Cek Juga Referensi Terkait:
🔗 Cek juga referensi kalkulator dan panduan Teknik Lingkungan lainnya di sini: danuri.id/lingkungan/
🔗 Dapatkan informasi lebih lanjut tentang teknik di Beranda Danuri.id.
